Minggu, 09 Mei 2021

Kumpulan Quotes Motivasi Yasmin Mogahed

Kumpulan Quotes Motivasi Yasmin Mogahed

Yasmin Mogahed merupaakan sarjana wanita Muslim yang berbasis di AS. Beliau menajdi spesialis dalam spiritualitas, psikologi, dan pengembangan pribadi. Beliau menyelesaikan B.S. dalam Psikologi di University of Wisconsin – Madison. Beliau juga menyelesaikan gelar master dalam Jurnalisme dan Komunikasi Massa dari universitas yang sama.

Beliau menulis untuk Huffington Post dan sebelumnya menulis untuk InFocus News. Beliau juga merupakan wanita Muslim pertama yang menjadi instruktur di AlMaghrib Institute. Sebelum itu beliau adalah seorang instruktur untuk Cardinal Stritch University. Beliau dikenal secara internasional karena ceramah motivasinya.

Beliau juga sudah meliris beberapa buku, dan yang terbaru berjudul “Reclaim Your Heart” yang sekarang sudah menyebar ke seluruh dunia. Berikut Kilas Pemuda sudah merangkum beberapa Quotes Motivasi terbaru dari Yasmin Mogahed.

Memaafkan tidak berarti membiarkan penindasan atau penyalahgunaan berlanjut. Pengampunan adalah membebaskan diri Anda dengan melepaskan kesalahan masa lalu, sementara pada saat yang sama mengambil tindakan untuk mencegah hal itu terjadi lagi di masa depan.
Hijab bukan mahkota yang menunjukkan kepada dunia bahwa Anda adalah seorang Muslim yang sempurna. Itu adalah isyarat cinta, yang menunjukkan kepada Allah bahwa Anda sedang berusaha.
Semakin Anda peduli bagaimana Anda terlihat kepada Allah, semakin Anda tidak peduli bagaimana Anda terlihat kepada orang-orang.
Jika Anda terluka, jangan abaikan itu. Abaikan penyebabnya - tidak hanya gejalanya. Lindungi luka Anda, tetapi jangan hidup di dalamnya. Bangun. Dan ingatlah. Ingatlah bahwa pergerakan adalah cara kita tetap hidup. Jangan fokus pada kegelapan. Malam ini akan berakhir. Dan matahari akan selalu, selalu bangkit kembal.
Cobalah untuk tidak mengambil segalanya untuk hati; itu akan melelahkan Anda, dan membuang energi Anda.
Tetap fokus. Bersiaplah untuk tantangan hidup, tetapi jangan menunggu mereka. Beristirahat ketika Anda bisa - secara emosional dan psikologis.
Lihatlah ke dalam Al-Quran dan Anda akan menemukan kisah Anda sendiri di sana. Itu adalah keajaiban Ilahi.
Allah telah mengirim Ramadhan seperti matahari terbit di akhir malam yang panjang. Dia telah mengirim bulan rahmat ini dan berharap untuk menyelamatkan kita dari diri kita sendiri. Untuk membebaskan jiwa-jiwa yang dibelenggu oleh keputusasaan dan membebaskan hati yang diperbudak oleh dosa. Untuk menunjukkan kepada kita bahwa benar-benar dengan kesulitan, datanglah kemudahan.
Ketika dunia seperti yang Anda tahu itu terbalik dalam semalam, itu menunjukkan kepada Anda bahwa satu-satunya pesaing dalam kehidupan sementara ini adalah Tuhan.
Ada rahasia tentang ketakutan. Entah itu mendorong Anda keluar - untuk panik, menahan, melawan. Atau itu mendorong Anda ke dalam. Untuk mencari tempat berlindung, keheningan, keamanan. Dan kedamaian.
Gunakan rasa takut itu sendiri untuk mendorong Anda ke atas. Jangkau untuk mencari perlindungan di satu-satunya tempat perlindungan itu ada. Temukan keamanan di Al-Mumin. Temukan keselamatan pada Allah. Jika Anda melakukan ini, Anda akan menemukan kedamaian, bahkan dalam ketakutan. Kemantapan, bahkan di tengah-tengah kekacauan. Dan berlindung, bahkan di mata badai.
Terkadang hadiah dibungkus dalam kekurangan dan kesulitan. Dan kadang-kadang bahaya dibungkus dengan kilau dan kesenangan.
Jangan pernah berpikiran negatif tentang Allah. Dia selalu memberi. Pertanyaannya adalah: Apakah kita akan menerima? Akankah kita memahami dengan hati kita? Atau akankah kita begitu keras kepala sehingga hanya menerima hadiah Allah ketika mereka terbungkus dalam kemasan yang kita pilih? Kemasan yang kita pahami atau terbiasa?
Sekalipun orang beriman mendapatkan kemarahan Allah, perampasan masih bisa menjadi hadiah. Bagi orang beriman, itu membangunkan mereka dan mengilhami mereka untuk kembali (tawbah) & bertobat (isteghfar). Dan memperbaiki diri mereka sendiri. Jadi, masih bagus untuk mereka. Allah Kareem. Bahkan ketika Dia mengambil, Dia memberi.
Mungkin Allah untuk sementara mengambil akses ke masjid, sehingga kita dapat mengingat bahwa Allah tidak terbatas pada suatu tempat atau waktu. Dia selalu dekat. Dia lebih dekat dari vena jugularis kita. Kita dapat memanggil-Nya dari mana saja, kapan saja.
Mungkin Allah telah sementara mengambil berbuka puasa dengan komunitas sehingga kami dapat terhubung kembali dengan keluarga kami. Mungkin Dia untuk sementara waktu mengambil akses kita ke ibadat bersama, sehingga kita bisa merasakan manisnya ibadat dalam kesendirian.
Allah selalu memberi. Bahkan ketika itu terlihat seolah-olah Dia menahannya. Orang beriman yang bijak akan fokus pada apa yang diberikan, daripada berfokus pada ilusi apa yang diambil.

Cukup memotivasi bukan? Jika iya, silahkan share kepada orang-orang terdekat rekan muda semua!

Jendela Kehidupan


Kisah inspiratif kali ini mengisahkan tentang dua orang pria paruh baya yang menjadi pasien di sebuah rumah sakit.

Mereka berada dalam satu kamar yang sama. Roy dan David, kedua pria tersebut telah berada di rumah sakit dalam waktu yang cukup lama.
Roy mendapatkan ranjang yang letaknya dekat dengan pintu kamar mereka, sementara ranjang untuk David berada di samping jendela.
Sekali sewaktu dalam seharinya, demi mengusir kejenuhan, David mencoba bangun dari ranjangnya dan memandang keluar jendela.
Diceritakannya kepada Roy, bagaimana ia dapat melihat angsa-angsa yang berenang di danau kecil di dekat rumah sakit, atau burung-burung yang berkejaran di langit biru. Bunga berbagai warna yang bermekaran di sisi gedung. Dan sekali David bahkan menceritakan tentang parade yang dilihatnya di jalanan.
Roy yang meskipun tak dapat melihat semua itu, namun ia dapat membayangkan persis keadaannya seperti yang dituturkan oleh David.
Hari-hari berlalu, David terus menceritakan berbagai pemandangan yang dilihatnya di luar jendela.
Perlahan timbul pun rasa iri dalam diri Roy, ia merasa ini semua tak adil. Mengapa hanya David yang dapat melihat semua pemandangan itu? Roy berpikir, ia akan rela melakukan apa saja demi dapat melihat pemandangan di luar jendela yang telah lama tak dapat ia saksikan tersebut.
Dan pada suatu malam Roy yang tak dapat memejamkan matanya terus memandang ke arah jendela.
Lalu ia pun kemudian mendengar suara bergumam pelan, dan Roy mengalihkan perhatiannya ke ranjang teman sekamarnya. Dilihatnya tubuh David berkejang-kejang sembari tangannya memegang jantungnya yang terasa sakit. Roy bisa saja memencet tombol di sisi ranjangnya untuk memanggil perawat demi memberikan pertolongan pada David, namun ia tak melakukannya.
Pagi harinya, perawat menemukan tubuh David yang terbujur kaku di ranjangnya. Dokter pun menyatakan dia telah meninggal dunia.
Mendengar berita itu, Roy lalu bertanya kepada perawat apakah ia diperbolehkan untuk pindah ke ranjang di dekat jendela tersebut. Perawat pun menyetujuinya.
Sesaat setelah perawat membantu memindahkannya ke ranjang tempat David berbaring sebelumnya, Roy pun segera mengalihkan pandangannya mencoba melihat pemandangan di luar jendela yang telah lama sekali ia impikan dan hanya bisa ia dengarkan dari cerita-cerita David.
Namun Roy hanya bisa tertegun ketika mendapati dirinya tengah memandangi tembok besar, satu-satunya pemandangan yang bisa ia lihat melalui jendela tersebut.


Inspirational Quote:
“To get the full value of joy you must have someone to divide it with.” – Mark Twain

¤¤¤¤¤

Every Moments in Every Breath


Kisah inspiratif berikut ini sangatlah singkat, tapi mungkin kejadiannya seringkali terjadi pula di tengah-tengah masyarakat kita.

Terkisahlah tentang dua orang bersaudara.

Si sulung yang hidup dengan limpahan kekayaan mengguyuri. Setiap hari tak ada hentinya dia bersenang-senang menghamburkan uang. Berpesta bersama teman-temannya, bahkan melakukan perbuatan-perbuatan yang melanggar norma-norma.

Di sisi yang lain, sang adik yang hidupnya penuh dengan kebahagian walaupun dia tidaklah sekaya saudaranya. Hari-hari ia lewati bersama orang-orang terkasih, melakukan pekerjaan-pekerjaan yang dicintainya dan takkan berpikir dua kali untuk memberikan bantuan bila ada orang yang membutuhkan pertolongan.

Setiap kejadian baik itu besar hingga hal-hal terkecil dalam hidupnya akan selalu ia syukuri.

Namun akibat perbedaan mencolok dalam hidup mereka tersebut, mengakibatkan hubungan keduanya mulai renggang. Si adik yang tak pernah setuju dengan kehidupan yang dijalani oleh saudaranya, seringkali mencoba untuk mengajak sang kakak kembali ke jalan yang benar, namun sayangnya sang kakak yang tidak dapat menerima nasehat-nasehat adiknya itu akhirnya memberikan respon yang membuat adiknya bersedih. Si kakak yang marah memutuskan hubungan persaudaraan diantara mereka berdua, dia tak pernah ingin bertemu dengan adiknya lagi.

Beberapa tahun kembali berlalu. Ada sebab dan pastinya ada akibat, maka karma itupun datang. Si sulung mengalami kecelakaan dan mengakibatkan dirinya menjadi buta. Uang yang bertumpuk di rekeningnya pun tak mampu berbuat apa-apa demi mengobati kedua matanya. Kornea mata yang dibutuhkan olehnya untuk dilakukan operasi, tak semudah itu didapatkannya.

Tak bisa menerima kejadian yang menimpanya, berkali-kali ia mencoba bunuh diri. Namun sepertinya kematian tak ingin mendekati dirinya. Dan keadaan ini memperparah keadaannya yang makin putus asa.

Sang adik yang dulu ditolak olehnya, kini justru hanya dialah yang selalu menemani dan membesarkan hatinya.

Hingga suatu hari dalam keterpurukannya, dokter datang membawa berita gembira untuk si sulung. Mereka telah mendapatkan donor mata, dan operasi pun dapat segera dilakukan.

Betapa bahagianya si sulung dan ia hendak membagi kebahagiaan itu kepada adiknya yang selama ini dia tolak keberadaannya.

Namun alangkah hancur hatinya ketika mengetahui pendonor mata itu tak lain adalah adiknya sendiri yang meninggal dalam kecelakaan saat hendak menjenguk dirinya.

Inspirational Quote:
"Life is not measured by the number of breaths we take, but by the moments that take our breath away."

¤¤¤¤¤

Senin, 03 Mei 2021

Negara Tak Maju? Buang Jauh-Jauh 6 Perilaku Ini

6 sikap yang membuat negara tak maju

Rekan muda mungkin bisa melihat negara lain yang bisa begitu sukses dibandingkan dengan Indonesia? Padahal Indonesia sendiri memiliki berbagai hal yang unggul seperti pariwisata dan sumber alam serta manusia yang melimpah. Akan tetapi sangat disayangkan walaupun Indonesia termasuk negara yang kaya namun tetap saja kita masih harus berbenah diri dari setiap sektor supaya bisa maju seperti negara lainya.

Indonesia memang masih harus berbenah diri supaya bisa menjadi negara yang unggul nan maju. Beberapa langkah yang mungkin bisa diambil ialah dengan memperbaiki kebiasaan dan perilaku sehari-hari yang buruk.Seperti beberpa tingkah laku berikut yang sangat sering dilakukan pemuda dan masyarakat kita, sebaiknya rekan muda bisa membuang jau-jauh 8 sikap dibawah ini.

1. Jiwa Korupsi


jiwa korupsi

Perilaku pertama yang harus dibuang dari sikap kita adalah mental korupsi. Dari data yang diperoleh Transparency International, Indonesia berada pada peringkat ke 107 dunia, dengan tingkat korupsi yang paling tinggi mulai dari level atas sampai level terendah. Peringkat itu tentu bukan sebuah prestasi yang harus dibanggakan, jadi dari pada itu rekan muda harus belajar untuk meninggalkan kebiasaan buruk yang sudah mendarah daging ini.

2. Sikap Tidak Disiplin


sikap tidak disiplin

Kebiasaan ini sudah mulai mendominasi masyarakat Indonesia, banyak dari pemuda Indonesia yang tidak lagi menghargai waktu. Padahal disiplin terhadap waktu itu merupakan hal yang penting, bila rekan muda ingin sukses jadilah pemuda Indonesia yang selalu on time alias tepat waktu.

Sikap tidak disiplin lainya ialah banyak pemuda dan masyarakat kita yang suka menerobos rambu lalu lintas dan juga tidak sbaran dalam hal mengantri. Sikap ini juga harus rekan muda buang jauh-jauh.

3. Perilaku Kotor (Buang Sampah Sembarangan)


perilaku kotor

Tetangga kita Singapura memiliki peraturan yang cukup ketat dalam hal pengelolaan sampah, bahkan sampai hal terkecil pun seperti puntung rokok meludah juga diatur. Namun di Indonesia belum ada peraturan yang mengatur sampai sedetail itu. Sebagai pemuda Indonesia ada baiknya rekan muda mulai membiasakan diri agar membuang sampah pada tempatnya.

4. Suka Merusak Fasilitas Umum


suka merusak fasilitas umum

Rekan muda pasti pernah datang ke sebuah objek wisata, kemudian terlihat coretan-coretan di sekeliling objek wisata tersebut bahkan ada yang rusak akibat ulah kita sendiri. Sebagai pemuda Indonesia rekan muda harus menghilangkan mental buruk seperti ini. Hindarilah merusak fasilitas umum dengan berbagai alasan apa pun.

5. Sikap Malas


sikap malas

Kebanyakan dari pemuda Indonesia memilih tidur dan hanya bermalas-malasan di waktu luang yang mereka miliki. Saat ada tugas atau pekerjaan kebiasaan dari pemuda Indonesia menunda waktu pekerjaan mereka, sampai mendekati waktudeadline. Kebiasaan yang cukup buruk ini harus dihilangkan sedikit demi sedikit.

6. Semua Ingin Serba Instan


semua ingin serba instan

Dalam menggapai suatu tujuan yang besar dibutuhkan pula proses yang panjang, akan tapi tidak sedikit dari pemuda Indonesia yang ingin menempuh dengan cara yang cepat nan instan. Misalnya saja membeli sebuah ijazah palsu karena sangat ingin instan dalam mencapai jenjang pendidikan tinggi.

Nah, itulah 6 perilaku buruk yang sudah terbiasa terjadi dalam masyarakat kita, namun sebagai pemuda kita memiliki peran besar untuk mengubah budaya yang seperti itu, mari kita ubah sedikit demi sedikit mulai dari diri kita sendiri.

Semangat!

Sabtu, 24 April 2021

Kail dan umpannya (ini saja tidak cukup)


Seorang bapak bercerita tentang anaknya, dia bercerita bahwa dia memiliki anak yang selalu tergantung pada orang tuanya dan pada suatu hari si anak tersebut meminta modal uang kepada bapaknya untuk memulai sebuah usaha baru yang lagi tren. Tanpa pikir panjang si bapak pun mengiyakan keinginan sianak tersebut dan memberikan modal dengan menjual rumah dan mobilnya. Lalu tidak berapa lama kemudian hanya hitung minggu saja sianak mulai ogah-ogahan untuk mengelolanya dan akhirnya meninggalkan usaha tersebut. 
Dari cerita bapak tersebut diatas, siapakah yang salah ? apakah sibapak atau si anak ?Dalam hal ini sibapak tidaklah dapat disalahkan sepenuhnya dan demikian juga sianak tidak dapat juga disalahkan sepenuhnya. Jika melihat apa yang dilakukan oleh si bapak kepada anaknya bahwa hal ini adalah sebuah tindakan yang lumrah dan dapat diterima. Mungkin jika kita dalam posisi sibapak, mungkin kita juga akan melakukan hal yang sama. Mengapa demikian ? karena si Bapak mungkin berpikir bahwa ini adalah sebuah kesempatan yang bagus untuk mengajari anaknya untuk hidup mandiri tanpa bergantung lagi pada orang lain. Atau bisa jadi sibapak mulai jenuh dan malu melihat sikap dan sifat anaknya yang hanya mengandalkan orangtuanya saja. Keputusan untuk memodali anaknya dengan menjual tanah dan mobilnya tampaknya tak ingin disia-siakan sibapak. Sibapak merasa bahwa tindakan yang dilakukannya sudahlah benar dengan tidak lagi memberikan ikan tetapi memberikan pancing dan umpannya kepada anaknya tersebut. 

Dengan anggapan bahwa : dari pada memberikan ikan terus-menerus lebih baik memberikan pancing dan umpan-nya supaya ia dapat memancing ikan untuk dirinya sendiri tanpa perlu bergantung pada orang tuanya lagi. 


Sebenarnya dengan kita memberikan pancing dan umpannya kita telah memberikan dia kesempatan untuk dapat hidup mandiri tanpa bergantung pada orang lain. Dia dapat menentukan sendiri ikan apa dan ukuran yang bagaimana dan seberapa banyak ikan yang dia mau. Tetapi hal ini seutuhnya tidaklah demikian karena kebanyakan orang yang diberikan pancing dan umpannya agar mereka dapat memancing ikan untuk dirinya sendiri malah tidak mendapatkan satu ikan-pun hingga semuan umpannya habis bahkan pancing yang diberikan itupun malah hilang/rusak atau bahkan dijual.

Kenapa itu bisa terjadi ? Mari kita perhatikan hal-hal berikut :

Ketika kita akan memberikan pancing dan umpannya beberapa hal yang harus kita perhatikan adalah


  1. apakah orang yang akan kita berikan pancing dan umpan tersebut tahu cara memancing ? Dan jika tidak, maka orang tersebut harus kita latih dulu atau menyuruh orang lain untuk melatihnya bagaimana cara memancing.
  2. dimanakah orang yang akan kita berikan pancing itu akan memancing ? Jangan-jangan tempat untuk memancing itu tidak ada ikannya atau tidak cocok dengan umpan yang kita berikan, maka sebaiknya kita perlu mencari tempat lain untuk memancing.
  3. jenis ikan apakah yang akan dipancing ? Lain ikan dan besarnya, lain pula pancing dan umpannya. Demikian juga kita dalam memberikan pancing dan umpannya maka kita harus menyesuaikan pancing dan umpan dengan jenis dan besarnya ikan yang akan kita pancing. 

by: tommy simatupang 25/04/2017

Sabtu, 10 April 2021

Inilah 3 Pandangan Al-Quran Tentang Pemuda

inilah 3 pandangan al-quran tentang pemuda

Assalamu'alaikum rekan muda, gimana kabarnya? Semoga sehat-sehat aja ya! Nah, dalam rangka menyambut Isra Mi'raj kali ini kita akan membahas sedikit pandangan Al-quran tentang seorang pemuda.

Menurut definisi yang terdapat dalam Alquran. Dalam ilmu kaidah bahasa Qurani pemuda yang juga disebut sebagai “asy-syabab” dijelaskan memiliki sifat serta sikap seperti:

1. Memiliki Keberanian


memiliki keberanian

Berani disini adalah pemuda diharapkan bisa merombak dan juga bertindak revolusioner terhadap sebuah tatanan sistem yang sedang rusak.

Seperti halnya kisah seorang pemuda pemuda sekaligus Rasul Allah, Nabi Ibrahim AS. “Mereka berkata: ‘Siapakah yang (berani) melakukan perbuatan seperti ini terhadap para tuhan-tuhan kami? Sesungguhnya dia adalah termasuk orang orang yang zalim, Mereka berkata: ‘Kami mendengar ada seorang pemuda yang (berani) mencela para berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim.” (QS.Al-Anbiya, 21:59-60).

2. Mempunyai Standar


mempunyai standar

Seorang pemuda mempunyai sebuah standar terutama disektor moralitas (iman), memiliki wawasan, mempunyai rasa bersatu dan optimis serta teguh dalam pendirian juga konsisten dengan segala perkataan.

Seperti halnya yang tergambar dalam kisah Ash-habul Kahfi (para pemuda penghuni gua). ”Kami ceritakan kisah mereka kepadamu (Muhammad) dengan sebenar-benarnya. Sesungguhnya mereka itu adalah para pemuda, pemuda yang selalu beriman kepada Tuhan mereka dan Kami berikan kepada mereka petunjuk; dan Kami telah meneguhkan hati mereka di waktu mereka berdiri, lalu mereka mengucapkan: “Tuhan kami ialah Tuhan langit dan juga bumi; kami sekali-kali tidak akan menyeru Tuhan selain Dia, sesungguhnya kami jika demikian telah mengucapkan perkataan yang sungguh amat jauh dari kebenaran” (QS.18: 13-14).

3. Memiliki Semangat


memiliki semangat

Pemuda tidak suka berputus-asa, juga mereka pantang mundur sebelum cita-citanya terpenuhi. Seperti halnya yang dikisahkan pada pribadi seorang pemuda (Nabi) Musa AS.

"Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada para muridnya, “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai di kepertemuan dua buah lautan; atau aku akan tetap berjalan sampai bertahun-tahun” (QS. Al-Kahfi,18 : 60).

Well, seorang pemuda memang sangatlah identik sebagai sosok individu yang berusia sangat produktif dan juga mempunyai karakter khas yang begitu spesifik seperti revolusioner, optimis, berpikiran maju kedepan, mempunyai moralitas, dan lainya.

Kelemahan yang sering terlihat mencolok dari seorang pemuda ialah kontrol diri, maksudnya ialah mudah emosional, sedangkan kelebihan pemuda yang paling sering terlihat menonjol ialah mau menghadapi segala bentuk perubahan, baik itu perubahan sosial maupun kultural dengan menjadi seorang pelopor perubahan itu sendiri.

Salam Pemuda!

Selasa, 06 April 2021

Hidup






Hiduplah seolah-olah hidup 
Meskipun hidup tak lagi hidup

by tommy simatupang/6/4/2017