Sabtu, 24 April 2021

Kail dan umpannya (ini saja tidak cukup)


Seorang bapak bercerita tentang anaknya, dia bercerita bahwa dia memiliki anak yang selalu tergantung pada orang tuanya dan pada suatu hari si anak tersebut meminta modal uang kepada bapaknya untuk memulai sebuah usaha baru yang lagi tren. Tanpa pikir panjang si bapak pun mengiyakan keinginan sianak tersebut dan memberikan modal dengan menjual rumah dan mobilnya. Lalu tidak berapa lama kemudian hanya hitung minggu saja sianak mulai ogah-ogahan untuk mengelolanya dan akhirnya meninggalkan usaha tersebut. 
Dari cerita bapak tersebut diatas, siapakah yang salah ? apakah sibapak atau si anak ?Dalam hal ini sibapak tidaklah dapat disalahkan sepenuhnya dan demikian juga sianak tidak dapat juga disalahkan sepenuhnya. Jika melihat apa yang dilakukan oleh si bapak kepada anaknya bahwa hal ini adalah sebuah tindakan yang lumrah dan dapat diterima. Mungkin jika kita dalam posisi sibapak, mungkin kita juga akan melakukan hal yang sama. Mengapa demikian ? karena si Bapak mungkin berpikir bahwa ini adalah sebuah kesempatan yang bagus untuk mengajari anaknya untuk hidup mandiri tanpa bergantung lagi pada orang lain. Atau bisa jadi sibapak mulai jenuh dan malu melihat sikap dan sifat anaknya yang hanya mengandalkan orangtuanya saja. Keputusan untuk memodali anaknya dengan menjual tanah dan mobilnya tampaknya tak ingin disia-siakan sibapak. Sibapak merasa bahwa tindakan yang dilakukannya sudahlah benar dengan tidak lagi memberikan ikan tetapi memberikan pancing dan umpannya kepada anaknya tersebut. 

Dengan anggapan bahwa : dari pada memberikan ikan terus-menerus lebih baik memberikan pancing dan umpan-nya supaya ia dapat memancing ikan untuk dirinya sendiri tanpa perlu bergantung pada orang tuanya lagi. 


Sebenarnya dengan kita memberikan pancing dan umpannya kita telah memberikan dia kesempatan untuk dapat hidup mandiri tanpa bergantung pada orang lain. Dia dapat menentukan sendiri ikan apa dan ukuran yang bagaimana dan seberapa banyak ikan yang dia mau. Tetapi hal ini seutuhnya tidaklah demikian karena kebanyakan orang yang diberikan pancing dan umpannya agar mereka dapat memancing ikan untuk dirinya sendiri malah tidak mendapatkan satu ikan-pun hingga semuan umpannya habis bahkan pancing yang diberikan itupun malah hilang/rusak atau bahkan dijual.

Kenapa itu bisa terjadi ? Mari kita perhatikan hal-hal berikut :

Ketika kita akan memberikan pancing dan umpannya beberapa hal yang harus kita perhatikan adalah


  1. apakah orang yang akan kita berikan pancing dan umpan tersebut tahu cara memancing ? Dan jika tidak, maka orang tersebut harus kita latih dulu atau menyuruh orang lain untuk melatihnya bagaimana cara memancing.
  2. dimanakah orang yang akan kita berikan pancing itu akan memancing ? Jangan-jangan tempat untuk memancing itu tidak ada ikannya atau tidak cocok dengan umpan yang kita berikan, maka sebaiknya kita perlu mencari tempat lain untuk memancing.
  3. jenis ikan apakah yang akan dipancing ? Lain ikan dan besarnya, lain pula pancing dan umpannya. Demikian juga kita dalam memberikan pancing dan umpannya maka kita harus menyesuaikan pancing dan umpan dengan jenis dan besarnya ikan yang akan kita pancing. 

by: tommy simatupang 25/04/2017

Sabtu, 10 April 2021

Inilah 3 Pandangan Al-Quran Tentang Pemuda

inilah 3 pandangan al-quran tentang pemuda

Assalamu'alaikum rekan muda, gimana kabarnya? Semoga sehat-sehat aja ya! Nah, dalam rangka menyambut Isra Mi'raj kali ini kita akan membahas sedikit pandangan Al-quran tentang seorang pemuda.

Menurut definisi yang terdapat dalam Alquran. Dalam ilmu kaidah bahasa Qurani pemuda yang juga disebut sebagai “asy-syabab” dijelaskan memiliki sifat serta sikap seperti:

1. Memiliki Keberanian


memiliki keberanian

Berani disini adalah pemuda diharapkan bisa merombak dan juga bertindak revolusioner terhadap sebuah tatanan sistem yang sedang rusak.

Seperti halnya kisah seorang pemuda pemuda sekaligus Rasul Allah, Nabi Ibrahim AS. “Mereka berkata: ‘Siapakah yang (berani) melakukan perbuatan seperti ini terhadap para tuhan-tuhan kami? Sesungguhnya dia adalah termasuk orang orang yang zalim, Mereka berkata: ‘Kami mendengar ada seorang pemuda yang (berani) mencela para berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim.” (QS.Al-Anbiya, 21:59-60).

2. Mempunyai Standar


mempunyai standar

Seorang pemuda mempunyai sebuah standar terutama disektor moralitas (iman), memiliki wawasan, mempunyai rasa bersatu dan optimis serta teguh dalam pendirian juga konsisten dengan segala perkataan.

Seperti halnya yang tergambar dalam kisah Ash-habul Kahfi (para pemuda penghuni gua). ”Kami ceritakan kisah mereka kepadamu (Muhammad) dengan sebenar-benarnya. Sesungguhnya mereka itu adalah para pemuda, pemuda yang selalu beriman kepada Tuhan mereka dan Kami berikan kepada mereka petunjuk; dan Kami telah meneguhkan hati mereka di waktu mereka berdiri, lalu mereka mengucapkan: “Tuhan kami ialah Tuhan langit dan juga bumi; kami sekali-kali tidak akan menyeru Tuhan selain Dia, sesungguhnya kami jika demikian telah mengucapkan perkataan yang sungguh amat jauh dari kebenaran” (QS.18: 13-14).

3. Memiliki Semangat


memiliki semangat

Pemuda tidak suka berputus-asa, juga mereka pantang mundur sebelum cita-citanya terpenuhi. Seperti halnya yang dikisahkan pada pribadi seorang pemuda (Nabi) Musa AS.

"Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada para muridnya, “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai di kepertemuan dua buah lautan; atau aku akan tetap berjalan sampai bertahun-tahun” (QS. Al-Kahfi,18 : 60).

Well, seorang pemuda memang sangatlah identik sebagai sosok individu yang berusia sangat produktif dan juga mempunyai karakter khas yang begitu spesifik seperti revolusioner, optimis, berpikiran maju kedepan, mempunyai moralitas, dan lainya.

Kelemahan yang sering terlihat mencolok dari seorang pemuda ialah kontrol diri, maksudnya ialah mudah emosional, sedangkan kelebihan pemuda yang paling sering terlihat menonjol ialah mau menghadapi segala bentuk perubahan, baik itu perubahan sosial maupun kultural dengan menjadi seorang pelopor perubahan itu sendiri.

Salam Pemuda!

Selasa, 06 April 2021

Hidup






Hiduplah seolah-olah hidup 
Meskipun hidup tak lagi hidup

by tommy simatupang/6/4/2017